fbpx

Rabbani Land

Syariah kah Sistem Denda Telat Bayar di Bank Syariah?

Sering kali sebagian dari kaum muslimin masih cukup tabu dengan denda telat bayar di Bank Syariah. Padahal, denda ini tidak berlaku secara khusus dan ada prosesnya agar sesuai dengan syariat. Lalu seperti apa tanggapan para ulama?

Indonesia memiliki Majelis Ulama Indonesia yang telah mengatur tentang denda di Bank Syariah. DSN MUI telah mengeluarkan fatwa No.17/DSN-MUI/IX/2000 tentang “SANKSI ATAS NASABAH MAMPU YANG MENUNDA-NUNDA PEMBAYARAN”

Tertera pada “Ketentuan Umum”, dari 6 point yang tertulis salah satunya menyebutkan, “Sanksi yang disebut dalam fatwa ini adalah sanksi yang dikenakan LKS kepada nasabah yang mampu membayar, tetapi menunda-nunda pembayaran dengan disengaja.”

Selanjutnya, denda ini tidak berlaku bagi yang mampu bayar, tertulis pada “Nasabah yang tidak/belum mampu membayar disebabkan force majeur tidak boleh dikenakan sanksi.”

Download Fatwa :

DSN MUI juga menyampaikan apa yang di fatwakan adalah berdasarkan ijtihad kolektif otoritas fatwa Internasional seperti Standar Syariah Internasional AAOIFI di Bahrain, Lembaga Fikih OKI di Jeddah, dan Lembaga Fikih Rabithah Alam Islami di Makkah yang menjadi referensi otoritas fatwa di dunia.

Baca berita :

Lalu seperti apa teknis pelaksanaan denda di Bank Syariah ini? Simak selengkapnya di Rabbanian Podcast bersama Ustadz Ahmad Suryana B.B.A, D.B.A

https://youtu.be/GlYJvWqVbKI

Barakallahu fiikum.

1 thought on “Syariah kah Sistem Denda Telat Bayar di Bank Syariah?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *